AKU MALU PADAMU, UKHTI PALESTINA….
Ketika engkau remaja, duhai ukhti, telah terekam kuat dalam benakmu untuk meneruskan perjuangan para syuhada. Bahkan engkau biarkan ragamu menjadi martir demi menegakkan kalimat tauhid di tanah kiblat pertama muslim sedunia. Astaghfirrulloh, ukhti.. teman-teman remaja di tanah pertiwi malah sibuk bergonta-ganti pasangan demi menamai diri sebagai orang modern yang menyerap tradisi barat.
Ketika engkau
ngefans dengan para syuhada, engkau mengenali tokoh-tokoh jihad yang senantiasa
memperjuangkan keesaan Allah SWT, yaa ukhti. Kupandangi teman-teman remaja di
tanah air asyik mengoleksi foto penyanyi, aktor, dan idola mereka, yang dengan
sadar mereka turut menghadiahkan peluru-peluru buatmu, ukhti. Karena kaum
kuffar sengaja menerbitkan artis idola dengan mendulang dana di setiap acara
konser megahnya.
Aku malu padamu,
ukhti..Tatkala kalimat Laa ilaha illAllah senantiasa engkau teguhkan hingga
nafas penghabisan, senyummu merekah meski tubuh berdarah-darah, semangatmu
tetap hadir meski peluru-peluru bersemayam dalam raga, perjuanganmu kian kokoh
meski obat-obatan telah habis stoknya, pengorbananmu tiada berhenti meski hanya
sekejap mata, sungguh malu diri ini yaa ukhti! Maafkan aku, yaa ukhti.
Kini, aku kian malu
pada Robb kita, Sang pelindung dan pemelihara semesta, karena dialog kita waktu
itu amat menusuk nuraniku.
Ketika ditanya :
"Kenapa pakai jilbab saat tidur?
"Kenapa pakai jilbab saat tidur?
Dan kau menjawab :
"Kalau rumah saya di bom, mereka akan menemukan mayat saya masih menutup aurat." Allahu Akbar.
"Kalau rumah saya di bom, mereka akan menemukan mayat saya masih menutup aurat." Allahu Akbar.
Aku malu padamu,
ukhti..
Kau tetap memperjuangkan kehormatanmu sebagai seorang muslimah. Kau tetap penuhi perintah Allah. Namun disaat yang bersamaan oleh perkembangan fasion dunia yang menampakkan aurat dan mengundang adzab-Nya.
Kau tetap memperjuangkan kehormatanmu sebagai seorang muslimah. Kau tetap penuhi perintah Allah. Namun disaat yang bersamaan oleh perkembangan fasion dunia yang menampakkan aurat dan mengundang adzab-Nya.
Aku malu padamu,
Ukhti. Dan aku lebih malu lagi jika masih belum berubah. .pula teman-teman
remaja di tanah air sedang terlena
@ilovejilbab
@ilovejilbab
Sumber : mis. Devi :
https://www.facebook.com/azvii.septian?ref=ts&fref=ts/

0 comments:
Post a Comment